TITIP RINDU BUAT AYAH
Dimatamu masih tersimpan Selaksa peristiwa
Benturan dan hembasan terpahang dikeningmu
Kau nampak tua dan lelah keringat mengucur deras
Namun kau tetap tabah .... hmmm hmmm ...
Meski nafasmu kadang tersengal
Memikul beban yang makin syarat
Kau tetap bertahan
Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar legam terbakar matahari
Kini kurus dalam terbungkus hmmm
Namun semangat tak pernah pudar
Meski langkahmu kadang gemetar
Kau tetap setia
Ayah dalam hening sepi kurindu
Untuk menuai padi milik kita
Namun kerinduan tinggal hanya kerinduan
Anakmu banyak menanggung beban ho ho
Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar legam terbakar matahari
Kini kurus dalam terbungkus hmmm
Namun semangat tak pernah pudar
Meski langkahmu kadang gemetar
Kau tetap setia
Sabtu, 31 Oktober 2009
Rabu, 28 Oktober 2009
Salahkah aku.....
Selama ini kucoba menahan perasaan smp2 jntgku sakit....ya smua kulakukan krn aq msh mnghormati ayahku org tua yg tinggal satu2nya tapi apa yg kudpt...semkin aq mengalah harga diriku semakin diinjak injak.....sabar itu ada batasnya.....'SALAHKAH AKU.....' berpuluh2 thn lamanya aq mendmbkn adk tapi stlah aq mndptknnya...aq kakak kandungnya gak blh mngsuh sndri Damn...shit! Jahat...klo dpn org tuaku mrka bersikap manis tp apa yg mrka lakukan dibelakangku
Minggu, 11 Oktober 2009
Our Song
UNTUK KITA RENUNGKAN
Kita mesti telanjang dan benar-benar bersih
Suci lahir dan di dalam batin
Tegaklah ke dalam sebelum bicara
Singkirkan debu yang masih melekat 2x
Anugerah dan bencana adalah kehendakNya
Kita mesti tabah menjalani
Hanya cambuk kecil agar kita sadar
Adalah Dia di atas segalanya 2x
Anak menjerit-jerit, asap panas membakar
Lahar dan badai menyapu bersih
Ini bukan hukuman, hanya satu isyarat
Bahwa kita mesti banyak berbenah
Memang, bila kita kaji lebih jauh
Dalam kekalutan, masih banyak tangan
Yang tega berbuat nista... oh
Tuhan pasti telah memperhitungkan
Amal dan dosa yang telah kita perbuat
Kemanakah lagi kita kan sembunyi
Hanya kepadaNya kita kembali
Tak ada yang bakal bisa menjawab
Mari, hanya tunduk sujud padaNya
Kita mesti berjuang memerangi diri
Bercermin dan banyaklah bercermin
Tuhan ada di sini di dalam jiwa ini
Berusahalah agar Dia tersenyum... oh
Berusahalah agar Dia tersenyum
Kita mesti telanjang dan benar-benar bersih
Suci lahir dan di dalam batin
Tegaklah ke dalam sebelum bicara
Singkirkan debu yang masih melekat 2x
Anugerah dan bencana adalah kehendakNya
Kita mesti tabah menjalani
Hanya cambuk kecil agar kita sadar
Adalah Dia di atas segalanya 2x
Anak menjerit-jerit, asap panas membakar
Lahar dan badai menyapu bersih
Ini bukan hukuman, hanya satu isyarat
Bahwa kita mesti banyak berbenah
Memang, bila kita kaji lebih jauh
Dalam kekalutan, masih banyak tangan
Yang tega berbuat nista... oh
Tuhan pasti telah memperhitungkan
Amal dan dosa yang telah kita perbuat
Kemanakah lagi kita kan sembunyi
Hanya kepadaNya kita kembali
Tak ada yang bakal bisa menjawab
Mari, hanya tunduk sujud padaNya
Kita mesti berjuang memerangi diri
Bercermin dan banyaklah bercermin
Tuhan ada di sini di dalam jiwa ini
Berusahalah agar Dia tersenyum... oh
Berusahalah agar Dia tersenyum
Untuk kita renungkan...
Sunday, 11 Okt 2009
Dearest all friends....
Lama juga gak isi blog...pakabar semua teman2...semo9a selalu dalam Lindungan Allah SWT. Begitu banyak kisah...begitu banyak cerita yang sudah terjadi di akhir bulan Sept '09.
"Anugerah dan bencana adalah kehendakNya...Kita mesti tabah menjalani
Hanya cambuk kecil agar kita sadar...Adalah Dia di atas segalanya..." (penggalan Lagu UNTUK KITA RENUNGKAN BY Ebiet G Ade)
Semua peristiwa harusnya bisa jadi renungan bagi kita semua sebagai umatNYA. Teguran ini harusnya dapat membuat kita lebih berfikir...berfikir... dan berfikir kembali dengan apa yang sudah kita perbuat...
Musibah Gempa Tasikmalaya pada Tgl.02 Sept '09 Pkl.15.08 dg skala 7,3 SR mengguncang Tasikmalaya dan terasa guncangannya sampai seluruh P.Jawa dan Jakarta.
Musibah Gempa ini terulang kembali pada Tgl.30 Sept '09 Pkl.17.16 dengan skala 7,6 SR mengguncang SUMBAR dan menewaskan ribuan korban jiwa....SUBHANALLAHU RABB
Ada apa dengan tanah airku tercinta...bencana lam ini begitu beruntun datang menghampiri...Apa yang salah dengan bumi ini ataukah siapakah yang harus dipersalahkan dengan semuanya...Jawabnya kita sebagai UmatNYA.
Terlalu banyak sudah dosa yang kita telah perbuat...Kedzaliman,kemunafikan, kekafiran yang selalu bangga dan diagung-agungkan...Ya ALLAH...Ampunilah dosa-dosa kami...teguran ini memang pantas kami terima karena kesalahan ini semua datangnya dari kami Umat manusia yang tidak pernah mendengar dan melaksanakan semua PerintahMU tetapi malahan menjalankan semua LaranganMU.
Masihkah ada pintu Taubat untuk kami UmatMU ini yang tak luput dari semua dosa-dosa. Ampunilah semua kesalahan kami YA RABB...karena hanya KepadaMU kami Memohon dan Meminta. Hanya EngkauLAH pemilik dan penguasa seisi bumi ini.
Dearest all friends....
Lama juga gak isi blog...pakabar semua teman2...semo9a selalu dalam Lindungan Allah SWT. Begitu banyak kisah...begitu banyak cerita yang sudah terjadi di akhir bulan Sept '09.
"Anugerah dan bencana adalah kehendakNya...Kita mesti tabah menjalani
Hanya cambuk kecil agar kita sadar...Adalah Dia di atas segalanya..." (penggalan Lagu UNTUK KITA RENUNGKAN BY Ebiet G Ade)
Semua peristiwa harusnya bisa jadi renungan bagi kita semua sebagai umatNYA. Teguran ini harusnya dapat membuat kita lebih berfikir...berfikir... dan berfikir kembali dengan apa yang sudah kita perbuat...
Musibah Gempa Tasikmalaya pada Tgl.02 Sept '09 Pkl.15.08 dg skala 7,3 SR mengguncang Tasikmalaya dan terasa guncangannya sampai seluruh P.Jawa dan Jakarta.
Musibah Gempa ini terulang kembali pada Tgl.30 Sept '09 Pkl.17.16 dengan skala 7,6 SR mengguncang SUMBAR dan menewaskan ribuan korban jiwa....SUBHANALLAHU RABB
Ada apa dengan tanah airku tercinta...bencana lam ini begitu beruntun datang menghampiri...Apa yang salah dengan bumi ini ataukah siapakah yang harus dipersalahkan dengan semuanya...Jawabnya kita sebagai UmatNYA.
Terlalu banyak sudah dosa yang kita telah perbuat...Kedzaliman,kemunafikan, kekafiran yang selalu bangga dan diagung-agungkan...Ya ALLAH...Ampunilah dosa-dosa kami...teguran ini memang pantas kami terima karena kesalahan ini semua datangnya dari kami Umat manusia yang tidak pernah mendengar dan melaksanakan semua PerintahMU tetapi malahan menjalankan semua LaranganMU.
Masihkah ada pintu Taubat untuk kami UmatMU ini yang tak luput dari semua dosa-dosa. Ampunilah semua kesalahan kami YA RABB...karena hanya KepadaMU kami Memohon dan Meminta. Hanya EngkauLAH pemilik dan penguasa seisi bumi ini.
Minggu, 06 September 2009
Menanti Cinta
sejak lama aku berdiri
dalam sepinya rongga hati
tak satu pun burung
mampu menjawab
hanya padaMu ku bertanya
lewat setiap sujudku ini
siapa kah nanti
cinta untukku
wahai penilai hati lihat batinku
nyaris bernanah karna luka tersayat
merana menantikan cinta dan kasih hidupku
rahasia itu hanya Kau yang tahu
namun aku tak mau jadi tuna cinta
tuntun hatiku dalam sabar menanti jodohku
rahasia itu hanya Kau yang tahu
namun aku tak mau jadi tuna cinta
namun harus ku ikhlaskan nasib cintaku padaMu
sejak lama aku berdiri
dalam sepinya rongga hati
tak satu pun burung
mampu menjawab
hanya padaMu ku bertanya
lewat setiap sujudku ini
siapa kah nanti
cinta untukku
wahai penilai hati lihat batinku
nyaris bernanah karna luka tersayat
merana menantikan cinta dan kasih hidupku
rahasia itu hanya Kau yang tahu
namun aku tak mau jadi tuna cinta
tuntun hatiku dalam sabar menanti jodohku
rahasia itu hanya Kau yang tahu
namun aku tak mau jadi tuna cinta
namun harus ku ikhlaskan nasib cintaku padaMu
Ketika Cinta Mewarnai Persahabatan
All FRi3nd5........
Sahabat dan kekasih sama-sama penting dalam hidup Anda. Kekasih otomatis menjadi tempat curahan kasih dan perhatian Anda. Begitu juga dengan sahabat. Tak heran jika terkadang dari kedekatan persahabatan itu, getar-getar cinta pun mulai bermunculan.
SAHABAT VS KEKASIH
Sahabat dan kekasih, mempunyai kedudukan yang sama-sama istimewa. Bedanya, terhadap kekasih timbul passion atau gairah.
Mengapa rasa sayang terhadap sahabat bisa menjadi rasa cinta? kebersamaan sering menjadikan perubahan dari sekadar teman menjadi ‘teman istimewa’. Kalau Anda mengalami hal itu, tidak perlu terlalu khawatir. Siapa tahu, sang sahabat juga memiliki perasaan yang sama dengan Anda.
Nah, jika Anda mendapatkan sahabat yang lalu menjadi kekasih, sebagai sebuah keberuntungan. Cinta yang diawali dengan persahabatan, juga biasanya lebih langgeng. Mengapa? Karena, jauh sebelum terikat pada komitmen berpacaran, Anda dan kekasih sudah saling menerima perilaku masing-masing apa adanya.
BAIK DAN BURUKNYA
Hubungan dari sahabat menjadi kekasih tak selamanya berjalan manis. Tetap ada sisi negatif dan positifnya. Sisi negatifnya, kadang-kadang kebiasaan selama menjadi sahabat terbawa-bawa saat sudah resmi sebagai kekasih.
Jika sebagai sahabat bisa sedikit cuek dan seenaknya, dalam berpacaran, menurut Henny, tetap harus ada perlakuan atau penghargaan sebagai kekasih. Begitu juga dalam bertutur kata, kata-kata yang cenderung diungkapkan seenaknya, ada baiknya sedikit ditahan.
TETAP PEDULI PADA SEKITAR
Hal lain, yang perlu diwaspadai dalam hubungan ini adalah kehadiran sahabat lainnya.
Banyak, kok, cara agar hubungan Anda dan si dia berjalan mulus seiring persahabatan dengan teman sekelompok. Kalau cuma bergandengan tangan saat menyeberang jalan, teman-teman lain rasanya masih bisa memahaminya. Ada baiknya jika sikap yang lebih mesra dari itu tak dipertontonkan di hadapan teman-teman. Dengan demikian, kisah cinta berjalan langgeng, persahabatan pun lancar.
Sahabat dan kekasih sama-sama penting dalam hidup Anda. Kekasih otomatis menjadi tempat curahan kasih dan perhatian Anda. Begitu juga dengan sahabat. Tak heran jika terkadang dari kedekatan persahabatan itu, getar-getar cinta pun mulai bermunculan.
SAHABAT VS KEKASIH
Sahabat dan kekasih, mempunyai kedudukan yang sama-sama istimewa. Bedanya, terhadap kekasih timbul passion atau gairah.
Mengapa rasa sayang terhadap sahabat bisa menjadi rasa cinta? kebersamaan sering menjadikan perubahan dari sekadar teman menjadi ‘teman istimewa’. Kalau Anda mengalami hal itu, tidak perlu terlalu khawatir. Siapa tahu, sang sahabat juga memiliki perasaan yang sama dengan Anda.
Nah, jika Anda mendapatkan sahabat yang lalu menjadi kekasih, sebagai sebuah keberuntungan. Cinta yang diawali dengan persahabatan, juga biasanya lebih langgeng. Mengapa? Karena, jauh sebelum terikat pada komitmen berpacaran, Anda dan kekasih sudah saling menerima perilaku masing-masing apa adanya.
BAIK DAN BURUKNYA
Hubungan dari sahabat menjadi kekasih tak selamanya berjalan manis. Tetap ada sisi negatif dan positifnya. Sisi negatifnya, kadang-kadang kebiasaan selama menjadi sahabat terbawa-bawa saat sudah resmi sebagai kekasih.
Jika sebagai sahabat bisa sedikit cuek dan seenaknya, dalam berpacaran, menurut Henny, tetap harus ada perlakuan atau penghargaan sebagai kekasih. Begitu juga dalam bertutur kata, kata-kata yang cenderung diungkapkan seenaknya, ada baiknya sedikit ditahan.
TETAP PEDULI PADA SEKITAR
Hal lain, yang perlu diwaspadai dalam hubungan ini adalah kehadiran sahabat lainnya.
Banyak, kok, cara agar hubungan Anda dan si dia berjalan mulus seiring persahabatan dengan teman sekelompok. Kalau cuma bergandengan tangan saat menyeberang jalan, teman-teman lain rasanya masih bisa memahaminya. Ada baiknya jika sikap yang lebih mesra dari itu tak dipertontonkan di hadapan teman-teman. Dengan demikian, kisah cinta berjalan langgeng, persahabatan pun lancar.
Persahabatan Memang Lebih Bernilai daripada Cinta
Dearest......
Persahabatan itu juga sebuah bentuk cinta, hanya saja dilengkapi oleh pengertian. Friendship is love, with understanding. Anda tentu pernah dengar bahwa cinta itu buta. Oleh karenanya, cinta bisa menghilangkan objektivitas, menggiring kita untuk berlaku tidak adil, termasuk kepada diri sendiri.
Persahabatan juga mirip-mirip sebenarnya. Seorang sahabat sejati, akan membela kita, apapun ceritanya. Tetapi bukan karena persahabatan itu buta seperti cinta. Ia hanya memilih menutup mata. Artinya, pilihan sikap itu dibuat dengan kesadaran.
Kemudian, cinta hampir selalu dicampuri oleh rasa ingin memiliki, bahkan menguasai. Padahal, sebuah hubungan yang sehat, apapun bentuk dan tingkat kedalamannya, seperti sudah sering digambarkan orang, adalah ibarat menggenggam pasir. Jika pasir itu digenggam dengan tangan terbuka, held losely, setiap butirannya akan bertahan di telapak tangan. Begitu kita menggenggamnya kuat-kuat, justru karena tak ingin kehilangan sebutir pun, don’t wanna miss a thing gitu deh, butir demi butir akan “melarikan diri” dari sela jemarimu. Sementara butiran yang terjebak tak bisa meloloskan diri, mulai menebar perih di telapak tanganmu, dan pada akhirnya, tak pilihan lain kecuali melepasnya juga.
Nah, persahabatan, tidak seperti cinta, adalah holding losely itu, genggaman yang memberi ruang. Tetapi kalau ada yang mengganggu, kita tetap meringsek maju membela, lebih ganas dari beruang.
Terakhir, banyak persahabatan berakhir menjadi cinta. Sementara tak pernah terdengar, cinta yang berakhir menjadi persahabatan.
Jika demikian, sepertinya tak ada harapan untuk mengangung-agungkan cinta? Tidak juga. Mengapa tidak menjadikan orang yang kau cintai sebagai sahabat terbaikmu: yang kau sayangi dengan pengertian dan pemahaman, yang kau memilih menutup mata, menerima kekurangannya, bukan buta untuk terus memujanya tanpa pernah mau tahu siapa sebenarnya dia, yang kau genggam tangannya dengan genggaman ringan, buah dari kepercayaan dan keinginan untuk memberinya ruang menghirup bahagia.
Persahabatan itu juga sebuah bentuk cinta, hanya saja dilengkapi oleh pengertian. Friendship is love, with understanding. Anda tentu pernah dengar bahwa cinta itu buta. Oleh karenanya, cinta bisa menghilangkan objektivitas, menggiring kita untuk berlaku tidak adil, termasuk kepada diri sendiri.
Persahabatan juga mirip-mirip sebenarnya. Seorang sahabat sejati, akan membela kita, apapun ceritanya. Tetapi bukan karena persahabatan itu buta seperti cinta. Ia hanya memilih menutup mata. Artinya, pilihan sikap itu dibuat dengan kesadaran.
Kemudian, cinta hampir selalu dicampuri oleh rasa ingin memiliki, bahkan menguasai. Padahal, sebuah hubungan yang sehat, apapun bentuk dan tingkat kedalamannya, seperti sudah sering digambarkan orang, adalah ibarat menggenggam pasir. Jika pasir itu digenggam dengan tangan terbuka, held losely, setiap butirannya akan bertahan di telapak tangan. Begitu kita menggenggamnya kuat-kuat, justru karena tak ingin kehilangan sebutir pun, don’t wanna miss a thing gitu deh, butir demi butir akan “melarikan diri” dari sela jemarimu. Sementara butiran yang terjebak tak bisa meloloskan diri, mulai menebar perih di telapak tanganmu, dan pada akhirnya, tak pilihan lain kecuali melepasnya juga.
Nah, persahabatan, tidak seperti cinta, adalah holding losely itu, genggaman yang memberi ruang. Tetapi kalau ada yang mengganggu, kita tetap meringsek maju membela, lebih ganas dari beruang.
Terakhir, banyak persahabatan berakhir menjadi cinta. Sementara tak pernah terdengar, cinta yang berakhir menjadi persahabatan.
Jika demikian, sepertinya tak ada harapan untuk mengangung-agungkan cinta? Tidak juga. Mengapa tidak menjadikan orang yang kau cintai sebagai sahabat terbaikmu: yang kau sayangi dengan pengertian dan pemahaman, yang kau memilih menutup mata, menerima kekurangannya, bukan buta untuk terus memujanya tanpa pernah mau tahu siapa sebenarnya dia, yang kau genggam tangannya dengan genggaman ringan, buah dari kepercayaan dan keinginan untuk memberinya ruang menghirup bahagia.
Langganan:
Postingan (Atom)
